Selasa, 20 Oktober 2015

pesona indonesia

Duh duh derita sumatera kalimantan (MANTAN) yang dibuat galau oleh asap, banyak hal yang dapat kita pelajari di bencana alam yang kini mulai rutin tahunan datangnya, padahal dulu kagak ada tuh perisriwa kebakaran hutan sampe dua pulau lintas negara terselubungi warna putih, bukan saja kerugian material yang kita dapatkan tapi termasuk kesehatan, kebebasan, dan ekpresi.
          Tiap hari kita di hadapankan dengan kemacetan, polusi udara asap kendaraan, asap kebakaran dan asap rokok plus debu, jika hal ini berlangsung lama maka bukan tidak mungkin 20 tahun kedepan pengidap penyakit paru-paru akan semakin banyak usia harapan hidup yang sebelumnya 60 tahun turun menjadi 50 tahun.
         Kualitas hidup seperti ini sebenarnya tidak layak untuk dibiarkan  berlarut-larut, butuh action, butuh penanganan yang cepat, akurat, dan tepat.
        Gua sebagai masyarakat yang beradab sangat miris melihat negara yang katanya tanah surga bukan lautan tapi kolam susu, tongkat dan kayu jadi tanaman, sekarang laut kita menjadi kopi dan ampasnya, sudah banyak pencemaran sungai oleh industri yang berhujung ke laut, tanah kita udah jadi abu gosok semuanya kebakar , satwa lindung kita (orang hutan) dibantai habis-habisan, sawah kita kering kerontang, kebun kita mati suri, harga bahan baku mahal, pupuk mahal.
         Jika bukan tiap-tiap kita yang peduli indonesia siapa lagi, moral kita yang berasal dari timur mulai terpangaruh barat, tapi kenap gak sekalian teknologinya yang terpengaruh?
Kit kalah bersaing dengan india, malaysia, thailand, singpore, ayo mari buktikan kepedulin anda mulai dari hal kecil yaitu kepedulin, ketertiban, interitas dan cinta tanah air.