Senin, 09 Februari 2015

tes kerja



Pagi hari itu ku harus mandi bersih untuk tes kerja di sebuah sekolahan negeri di Palembang, “cihuy  akhirnya gua dapet kerja juga” dengan mimpi yang tinggi gua jalan keluar kamar mandi. Sebut saja namanya ayi seorang laki-laki kurus jangkung yang bertingkah bagaikan ulat di buah embam, kami semuanya bersiap untuk mengikuti tes psikotes hari itu, baju yang lupa atau bisa disebut malas menggosok tetap gua kenakan, pasang wajah sok  pintar dengan sedikit poletan minyak sayur pelicin kepala yang bergelombang, “ kriing kriing “ bel berbunyi , menghancurkan lamunan gua yang sedang berkelana di eropa (eeknya rombongan panda) , heboh dan gaduh pada saat itu gua meloncat dari kursi yang rendah.
Tinggi kami diukur dengan seutas tali yang diikatkan pada kusen pintu masuk, Alhamdulillah gua lolos, keadaan menjadi sunyi ketika mereka menyaksikan ada seonggok pemuda gila yang melakukan selebrasi ketika berhasil melewati seutas tali, padahal pada babak itu hampir semuanya lolos. Gua bahagia banget bro udah bisa sampe pada titik ini gua berharap ada yang mau wawancara gua tentang prasaan gua pada saat itu, gua mau kayak di  tivi-tivi “makasih buat mama yang udah ngelahirin gua, papa, adik, kakak, tetangga dan semua yang udah dukung gua, terus dukung gua yah “ sambil netesin air mata gitu, tapi itu hanyala hayalan gua akibat keseringan jadi korban mama mia.
Apa yang ada di otak orang ketika tes adalah menghindari kursi paling depan, dan gua adalah contoh dari keterbalikan orang lain, “tuhan cobaan macam apalagi ini, astafirullah” gua sedikit shock, tapi ketika gua ingat kembali pesan emak gua sebelum gua pergi gua menjadi lebih tenang, pesanya “ ojan ati-ati ya nak” karna itulah gua harus berhati-hati.
gua siapin tuh pena, pensil, penghapus, penggaris serta papan ujian yang lengkap dengan catatan perkalian, namun ternyata ujian itu hanya menggunakan pensil doang, tanpa penghalang gua isi tu jawaban sampe selesai , karna waktunya yang sangat mepet ke dinding gua harus berkejaran bersama waktu "dia naik motor, gua naik bentor" aaaiis busyet dah ini tes apa latihan buletin kertas "gua gak sempet baca soal lagi".
di siang harinya gua yang menganggap tes ini biasa-biasa saja mencoba untuk menenangkan diri sambil makan di warung dekat sekolah, dwiki seorang cowok bertubuh sedang dan berkulit hitam jika kalian membayangkannya persis dengan gorila, dengan lahap menyayat-nyata danging ikan dengan beringas, "dwiki tulangnya elu makan" teriak dari kajuhan sekitar sepuluh centi dari mangkok dwiki yang sedang asik, ya itu gua yang sangat care dengan sobat gua yang membosankan ini, gua yang heran serta bangka punya teman yang seperti kucing melahap semuanya tanpa tersisa.
detik-detik genting menyelimuti sore hari itu, anak-anak smk yang berwajah sangar terus menggigit jari tangannya sambil berpelukan satu sama lain  menjadikan suasana jadi lebih menjijikan, "apa yang terjadi tuhan" gua yang sedikit bingung lalu mengikuti apa yang mereka lakukan, akhirnya satu persatu dari kami harus tereliminasi dan pulang membawa koper (ini bukan acara AFI) "maksudnya tas" gua sebenernya sedih melihat mereka harus tereliminasi terlalu cepat namun apa boleh buat karna sala satuh dari mereka adalah gua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar